Posts

Showing posts with the label finance

It’s Money, Honey!: ZAPpin Time

Baiklah, ini cicilan terakhir dari tulisan soal financial planner (yah, setidaknya untuk sekarang, ehehe). Tulisan lain, bisa dilihat  di sini , di sini dan di sini . Jadi, setelah jadi klien-nya ZAP, kami diapain sih? Pertama-tama, kami bertemu dengan salah satu junior planner, namanya Tia. Ia bertindak sebagai jembatan antara kami (klien) dan Prita (planner). Jangan bayangkan ketemuannya dengan suasana formal di kantor. Kami ngupi-ngupi dong :D. Serunya, ternyata Tia ini rumahnya masih seputar Cibubur, deket kalo ketemuan. Dan umurnya juga sepantaran lah. Jadilah, setiap sesi ketemuan, diselingi gossip-gosip asyik, hihihih. Pada pertemuan pertama itu, Tia memperjelas apa yang bisa dilakukan ZAP untuk kami. Kami juga bebas bertanya ini itu soal hal-hal yang kami nggak paham seputar perencanaan. Kami berusaha saling “mengenal”. Soalnya, perencanaan keuangan itu bersifat sangat personal. Semuanya tergantung kita maunya apa, juga situasi dan kondisi saat itu. Jadi, sem...

It' Money, Honey: Mengapa Berencana (Bagian 3)

lanjutan dari posting sebelumnya Aku percaya, setiap keputusan tidak didasari oleh satu alasan. Melainkan beberapa alasan yang mendukung satu sama lain sehingga lahirlah keputusan yang sudah didasari oleh logika yang matang dan hati yang tenang. Begitu juga dengan keputusan menggunakan financial planner, terlepas dari institusi apa yang kami pilih untuk menangani soal keuangan kami. Alasan yang pertama tentunya karena keterbatasan pengetahuan soal instrumen investasi, tentang perekonomian makro dan perencanaan secara umum. Alasan berikutnya adalah kami berdua ini kadang-kadang harus membantu keluarga besar. jadi, kalau ada sesuatu terjadi dengan kami, tentu mereka juga akan terkena imbasnya. Makanya, kami perlu menjadi kuat secara finansial untuk dapat membantu orang lain. Alasan lain yang (mungkin) paling penting adalah pengalaman kami sekitar dua tahun lalu. Jadi, sewaktu perekonomian dunia merosot tajam, si Abang di PHK dengan semena-mena, tepat saat aku baru aja resign dari...

It’s Money, Honey!: Memilih Financial Planner (Bagian 2)

Image
Melanjutkan posting sebelumnya , ini adalah cerita soal kesan kami mengunjungi booth 4 institusi perencana keuangan di Financial Planning Expo di JCC kemaren. Perlu aku tekankan, ini BUKAN promosi salah satu institusi (bok, yang pasti gue MEMbayar, dan bukan DIbayar ya!), dan BUKAN pula menjelek-jelekkan institusi yang lain. Ini hanya pengalaman yang tentunya subjektif. Sebatas kesan pertama dan (mungkin) tidak menggambarkan keseluruhan pelayanan dari masing-masing institusi. QM Tentunya, booth pertama yang dikunjungi adalah QM. Aku merasa ‘dekat’ dengan institusi ini karena sering dengan di Hard Rock FM. Aku datang dengan ekspektasi agak tinggi, dan disambut oleh seorang salesnya (bukan plannernya). Aku sempat “membanggakan diri” bahwa kami sudah beli bukunya Ligwina dan ga punya hutang kartu kredit :D. Tapi, sayangnya, aku merasa ‘penyambutannya’ kurang greget, meskipun mbak salesnya baik hati dan ramah. Ibarat kata, aku kayaknya tinggal di colek dik...

It’s Money, Honey! (Bagian 1)

Image
Dua tahun terakhir ini aku sering dengerin Financial Clinic di Hard Rock FM bersama Ligwina Hananto , dari QM Financial . Mulai dari belajar soal betapa mengerikannya efek pemakaian credit card yang salah, soal kebutuhan masa depan yang nilainya bakal terus-terusan naik akibat inflasi, betapa ‘nggak-banget’-nya berinvestasi di unit link, hingga soal pemanfaatan berbagai instrumen investasi untuk mencapai tujuan finansial. Beberapa kali aku bilang ke si Abang untuk menggunakan jasa perencana keuangan, lebih tepatnya QM Financial milik Ligwina. Tapi si Abang terus-terusan menolak. Bukan cuma karena biayanya yang lumayan, tapi juga karena dia mungkin tidak terlalu paham. Saat aku beli bukunya Ligwina “ Untuk Indonesia yang Kuat: 100 Langkah untuk Tidak Miskin ” kira-kira dua bulan lalu, aku jadi tau lebih detail soal perencanaan keuangan dan mulai coba-coba buat rencana sendiri (sambil tentunya menyuruh si Abang membaca buku itu agar obrolan jadi nyambung!). ...