Posts

Mail-A Love Letter di Media: Exposure

Image
Berita di Exposure tentang pameran foto dan buku Mail-A Love Letter bisa dilihat di: sini

Mobile Photography: Membuat Jatuh Cinta (Lagi!)*

Image
*Tulisan untuk website 1000kata. Bisa dilihat di: sini Saya tak pernah menyangka, kamera dari telepon genggam bisa membuat kecanduan memotret! Terus terang, tidak ada banyak harapan saat pertama kali menggunakannya di penghujung 2011. Terbiasa menggunakan DSLR dengan resolusi bagus dan lensa yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, kamera ponsel terasa ‘ecek-ecek’, tidak serius. Tapi hidup toh tak perlu selalu serius  kan ? Kamera ponsel membuat segalanya santai tanpa beban, cenderung ‘bermain-main’. Menyadari keterbatasannya, saya kerap mengeksplorasi hal-hal yang umumnya tidak saya foto dengan menggunakan kamera SLR: membiarkan imajinasi mengembara lewat foto-foto yang agak menyimpang dari pendekatan fotojurnalistik yang biasa saya lakukan. Siapa sangka, eksplorasi warna, bentuk dan tekstur justru membuat saya lebih memperhatian detail-detail yang biasanya luput dari perhatian. Benda-benda ‘ nggak  penting ’  di sekitar kini menjadi sumber inspirasi yang tidak b...

Mail-A Love Letter di Media: Antara

Image
Berita di Antara bisa dibaca di: sini

Project Love: Pembukaan Pameran Foto dan Peluncuran Buku “mail-a love letter”

Image
Semuanya masih terasa absurd dan belum bisa kucerna dengan baik: bahwa aku menyelenggarakan  pameran foto tunggal dan meluncurkan sebuah buku foto . Acara pembukaan yang dilaksanakan Sabtu, 23 November lalu di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) kemarin begitu menyentuh hati: suasana yang nyaman dan akrab, sahabat-sahabat baik dan obrolan yang menyenangkan sambil menikmati somay gerobak dan rujak segar buatan mama.  I can’t ask for more . Terimakasih semuanya karena sudah datang. Aku. Sangat. Menghargainya. Dan saking senangnya bertemu teman-teman dan ngobrol sana-sini, aku sampai lupa foto-foto suasana pembukaan pamerannya. Jangankan motret, lihat handphone aja nggak inget :). Berikut ini adalah foto-foto seadanya dulu. Oh ya, Sabtu depan, tanggal 30 November 2013, jam 15.00 WIB masih akan ada diskusi tentang bukunya. Kalau ada waktu, silahkan datang ya! Pamerannya sendiri masih berlangsung sampai tanggal 2 Desember 2013. Sampai ketemu! Selamat data...

Project Love: Undangan untuk menghabiskan sore bersama

Image
Teman-teman tersayang... Sejak buku 'mail-a love letter' mulai diluncurkan ke publik, aku merasa benar-benar berbeda. Meskipun ini adalah project kecil yang sederhana, ia ternyata menyentuh banyak hati. Aku terharu menerima respon yang begitu tulus. Aku mendapatkan banyak teman baru, mereka yang mengirimkan email, menghubungi lewat facebook, bahkan menelepon! Tidak hanya itu, aku juga mendapatkan review-review yang membuat mata tiba-tiba memanas dan hati menghangat, serta pesan-pesan penuh apresiasi dan menyemangati. Bahkan, ada yang menghubungi untuk curhat, hal yang membuat geli sekaligus tersanjung :D. Terimakasih ya! Untuk itu, dengan penuh sukacita, aku mengundang kalian semua untuk berbagi kebahagiaan. Kita bisa menghabiskan Sabtu sore bersama-sama. Ngobrol, ngemil dan menikmati foto-fotoku yang diambil dari buku "mail-a love letter". Yang mau curhat, juga dipersilahkan loh :D Aku tunggu yaaa! Galeri Foto Jurnalistik Antara   dan   Dinda Jouhana   m...

Mail - A Love Letter Review: Catatan Anto Pinguin*

Image
*Review dari Anto bisa dilihat di: sini . Terimakasih banyak, Anto :')  

Project Love: A very private book launching…

Image
Pada akhirnya memang lebih baik begini, bukan begitu, sayangku? Kita rayakan ini berdua saja. Tanpa ingar-bingar, tanpa tepukan gemuruh, tanpa lampu-lampu kilat yang menyala tak berjeda. Itu semua selalu bisa menunggu. Saat ini hanya ada kita: kau dan aku setelah enam minggu yang membikin rindu menggebu. Ini ulangtahunmu yang istimewa. Ayo tiup lilinmu! Aku sudah punya kado yang tak biasa. Yang kubuat sendiri dengan sepenuh hati, dengan cinta. Silahkan kau buka sambil kita nikmati potongan strawberry cheesecake dan teh melati dicampur mint yang kau minta. Duduklah yang nyaman disini, disampingku. Bukalah bungkusan bersampul abu-jingga, dengan pita yang tersimpul diatasnya. Aku harap kau suka. Ah, matamu berbinar bahagia! Ya,  itu adalah buku yang kubuat untukmu . Kumpulan foto-foto yang mengingatkanku padamu saat kita jauh. Ditambah kata-kata, ia serupa surat cinta.  Kuberi ia judul “Mail” , yang memang merupakan bagian namamu. Terserah orang hendak membacanya dengan ...